Sunday, November 12, 2017

Design for Environment


Sustainable_Logo_Decal
A. Pengertian Design for Environment
    Design for Environment (DfE) atau Perencanaan bagi Lingkungan adalah pendekatan sistematik untuk mengevaluasi konsekuensi dampak lingkungan dari produk dan proses-prosesnya dan dampaknya pada kesehatan manusia dan lingkungan (Fiksel, 1996). Fokus utamanya ialah identifikasi kandungan dan implikasi lingkungan, menentukan dampak yang dipunyai produk dan proses pada lingkungan selama siklus hidupnya, dan pengembangan produk dan proses yang cocok secara lingkungan.
Sedangkan menurut Environment Australia (1999), Design for Environment adalah proses untuk mengurangi dampak lingkungan dari produk yang dirakit perusahaan dengan menerapkan perbaikan pada tahap desain. 

B. Tujuan Design for Environment
    Tujuan dari program DfE ini ialah untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat bagi pekerja, masyarakat, dan ekosistem. Program DfE memenuhi tujuan ini dengan mempromosikan perubahan sistem dalam cara perusahaan mengelola perhatian lingkungannya. Pendekatan dan prinsip-prinsip program DfE berguna dalam memenuhi kebutuhan peraturan dan memperbesar perlindungan lingkungan setelah pemenuhan.

C. Prinsip Utama Design for Environment
  1. Memperbaiki keselamatan pekerja, kesehatan masyarakat, dan kesehatan lingkungan sementara juga menjaga atau memperbaiki kinerja dan kualitas produk. Cara lain meletakkan hal ini adalah mengurangi resiko pada pekerja, masyarakat, dan lingkungan.
  2. Menggunakan sumberdaya secara bijaksana.
  3. Menggabungkan pertimbangan lingkungan kedalam disain dan redisain produk, proses, dan teknis sistem manajemen.
 D. Aspek yang Diperhatikan dalam Penerapan Design for Environment

     Design for Environment dimulai dengan mempelajari dan menguji semua aspek produksi dari komoditas tertentu, termasuk di dalamnya sumber bahan mentah, perakitan, distribusi, penggunaan, dan pembuangan akhir. Pada setiap tahapan tersebut, dampak pada lingkungan dan kesehatan manusia ditangani. Tahap selanjutnya adalah mempertimbangkan pilihan untuk mengurangi dampak lingkungan tersebut dengan memperbaiki desain produk. Contoh-contoh pilihan tersebut ialah:
  1. Penggunaan material yang lebih tidak berbahaya pada lingkungan, seperti kandungan energi lebih rendah, dapat didaur ulang, tidak beracun, tidak merusak ozon, atau merupakan limbah hasil sampingan dari proses manufaktur yang lain.
  2. Menggunakan sumber daya yang dapat diperbaharui, seperti material dari tumbuhan atau sumber hewan yang diambil dengan cara memperhatikan konservasi, dan memperbaharui sumber-sumber energi bagi produksi.
  3. Menggunakan material dengan sedikit input termasuk energi dan air.
  4. Meminimalkan dampak distribusi melalui mengurangi berat produk.
  5. Meminimalkan sumber daya, seperti air dan energi, yang akan digunakan produk tersebut selama hidupnya.
  6. Memaksimalkan daya tahan dan masa pakai produk.
  7. Memperbaiki pilihan pembuangan akhir bagi produk final, seperti desain bagi produk atau komponennya yang dapat didaur ulang, memastikan bahwa setiap bagian tidak dapat didaur ulang dapat secara aman dibuang.
E. Manfaat Design for Environtment
  1. Hasil akhir dari proses ini seringkali berupa produk yang tidak hanya mempunyai dampak rendah pada lingkungan namun juga mempunyai kualitas yang lebih baik dan menguntungkan dari segi pemasaran.
  2. Proses DfE menyediakan data dan hal-hal penting untuk memasarkan produk yang diinginkan secara lingkungan. Produk ‘green’ dapat nampak di benak konsumen karena lebih tahan lama, kualitas lebih tinggi, dan murah pengoperasiannya.
  3. Biaya bagi pihak perakit dapat juga direduksi. Pengurangan jumlah material dan sumber daya yang digunakan untuk merakit produk dapat mengurangi limbah dan polusi yang diciptakan, dan selanjutnya biaya pembuangan limbah. Pilihan lain bagi penghematan termasuk mengurangi pengemasan, dan mengurangi biaya transportasi dengan mengurangi berat produk atau meningkatkan efisiensi dalam pengemasan atau penyimpanan.
  4. Beberapa negara mulai mengundangkan pihak produsen menarik kembali produk mereka di akhir masa pakai. Ini dikenal sebagai ‘extendend producer responsibility’ (EPR). DfE dapat mengatasi masalah ini, sebagai contoh dengan meningkatkan umur pakai produk, mengurangi biaya pembuangan, membuat lebih mudah diperbaiki, dan meningkatkan kemampu daur-ulangan keseluruhan produk atau beberapa komponennya.
  5. Program-program Design for the Environment (DfE) dapat memberi contoh tipe manajemen lingkungan interaktif yang meruntuhkan atau menghindari Green Wall. Pada dasarnya DfE adalah teknik aktifitas manajemen yang bertujuan untuk mengarahkan aktifitas pengembangan produk dalam rangka menangkap pertimbangan lingkungan eksternal dan internal.
F. Pertimbangan dalam Implementasi Design for Environment
  
  Berikut merupakan hal-hal yang harus dipertimbangkan oleh perusahaan yang akan mengimplementasi DfE (Fiksel, 1996):
     
    1. Motivasi Bisnis
Harus dijawab pertanyaan mengenai adakah unit bisnis dimana DfE terlihat sebagai faktor kompetitif, sudahkah konsumen memperlihatkan perhatian yang kuat pada kinerja lingkungan dari produk atau operasi pabrik, dan, apakah sudah melihat tren perubahan peraturan yang akan mempengaruhi profitabilitas produk?
  
    2. Postur Lingkungan
Harus dijawab pertanyaan mengenai kebijakan lingkungan dan pernyataan misi yang mendukung praktek DfE, kesiapan berpindah dari strategi pemenuhan menjadi manajemen lingkungan proaktif, sudahkah membuat tujuan-tujuan perbaikan lingkungan perusahaan, dan, apa dampak keseluruhan keberhasilan lingkungan pada perusahaan atau imej industri.

    3. Karakteristik Organisasi
Harus dijawab pertanyaan mengenai perencanaan pada implementasi sistem manajemen lingkungan yang terintegrasi dengan baik dengan system manajemen yang ada, apakah sudah menerapkan sistem teknik dalam pengembangan produk menggunakan tim lintas fungsional, punyakah sistem bagi menganalisa produk dan kualitas proses yang dapat dikembangkan pada atribut lingkungan perusahaan, apakah sudah punya sumber daya organisasional yang benar untuk mendukung pengurusan lingkungan dan produk, dan, apakah sudah punya akuntabilitas sistem dan penghargaan untuk menyediakan insentif untuk memenuhi tujuan perbaikan lingkungan.

    4. Pengalaman yang Ada
Harus dijawab pertanyaan mengenai pencapaian perusahaan yang telah dibuat mengenai desain green dan isu praktis dan hambatan yang telah dilewati, sudahkah melakukan tindakan penanganan siklus hidup bagi fasilitas dan atau produk, sudah adakah program dan keahlian dalam daur ulang material, konservasi sumber daya, pengurangan limbah, atau asset recovery, sudahkan diimplementasi inisiatif pencegahan polusi dan pabrik memperhatikan lingkungan, sudahkah dicoba untuk mengenalkan pengukuran kualitas lingkungan dan sistem manajemen ke dalam proses operasi, dan, sudahkah mengembangkan teknologi yang berguna bagi DfE seperti pemodelan berbasis komputer, atau perangkat pendukung keputusan.

    5. Tujuan Strategis
Harus dijawab pertanyaan mengenai kasus bisnis yang mengindikasikan DfE akan menyumbangkan keuntungan bagi perusahaan atau pengembangan bisnis, dapatkah mengidentifikasi perbaikan lingkungan yang diinginkan dalam produk atau proses tertentu, apakah sudah mengenali kemitraan kunci dengan pemasok atau pelanggan yang diperlukan dalam menerapkan DfE, apakah berharga untuk meningkatkan kepedulian lingkungan diantara pegawai kita, pelanggan, pemasok, masyarakat, atau pemegang saham lainnya, dan, apakah kita siap untuk bergerak menuju sistem akuntansi lingkungan siklus hidup yang menggunakan struktur berbasis aktifitas untuk mengungkap biaya dan manfaat sebenarnya.

F. Produk dari Design for Environment
  Gambar di atas merupakan contoh produk dari design for environment. Produk furnitur tersebut multifungsi; meja tersebut dapat menjadi tempat tidur dan meja belajar. Furnitur ini dapat menghemat pemakaian bahan produksi karena satu produk furnitur dapat dipakai sebagai furnitur lain juga, juga dalam penempatannya tidak memerlukan space yang luas.

---

Nama: Fitri Anda
Dosen: Abdul Malik Firdaus, S. Kel, M. I. L,
Bahasan: Design for Environment


Referensi:

https://www.academia.edu/7224943/PERENCANAAN_LINGKUNGAN
http://lingkungan08-tiumb.blogspot.co.id/2010/05/perancangan-bagi-lingkungan-design-for.html

0 komentar:

Post a Comment